Info
Up to 20 KBLI Bidang Usaha, Buka rekening Bank, Kartu nama Semua Direktur, Stempel perusahaan
  March 27, 2026     11:46  
980 79



Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, merek bukan hanya sekadar nama atau logo—melainkan identitas, reputasi, dan aset berharga yang menentukan keberhasilan usaha.

Banyak pelaku usaha yang sudah menyadari pentingnya pendaftaran merek, namun masih sering melakukan kesalahan dalam menentukan kelas merek.

Padahal, kesalahan dalam memilih kelas dapat berakibat fatal: perlindungan hukum menjadi tidak maksimal, bahkan bisa membuka peluang sengketa di kemudian hari.



Di era persaingan bisnis yang semakin kompleks, merek telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar identitas visual.

Ia adalah representasi nilai, kualitas, dan kepercayaan yang dibangun antara pelaku usaha dan konsumennya.

Banyak bisnis tumbuh pesat karena kekuatan merek—namun tidak sedikit pula yang harus menghadapi masalah hukum hanya karena keliru dalam proses pendaftaran, khususnya dalam menentukan kelas merek.

Kesalahan dalam menentukan kelas merek sering dianggap hal kecil, padahal dampaknya bisa sangat besar.

Perlindungan hukum menjadi terbatas, potensi sengketa meningkat, dan bahkan bisa menyebabkan hilangnya hak atas merek yang telah dibangun dengan susah payah.



Melalui artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif bagaimana menentukan kelas merek dengan benar, lengkap dengan dasar hukum, strategi praktis, hingga risiko yang sering diabaikan oleh pelaku usaha.




Kelas merek adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan jenis barang dan/atau jasa dalam proses pendaftaran merek.
Sistem ini mengacu pada Nice Classification (Klasifikasi Internasional) yang saat ini digunakan secara global.

Klasifikasi ini terdiri dari 45 kelas, dengan pembagian sebagai berikut :

  1. Kelas 1–34 → mencakup barang (produk fisik)
  2. Kelas 35–45 → mencakup jasa (layanan) 

Setiap kelas memiliki ruang lingkup yang spesifik. Misalnya :

  1. Kelas 25: pakaian, sepatu, aksesoris fashion
  2. Kelas 30: makanan olahan (kopi, teh, roti, dll.)
  3. Kelas 35: jasa periklanan dan penjualan
  4. Kelas 43: jasa penyediaan makanan dan minuman (restoran, kafe) 




Hal penting yang perlu dipahami adalah :

Perlindungan merek hanya berlaku pada kelas yang didaftarkan.

Artinya, jika Anda hanya mendaftarkan merek di satu kelas, maka pihak lain masih bisa menggunakan nama yang sama di kelas lain (selama tidak menimbulkan kebingungan yang signifikan secara hukum).




Pendaftaran merek di Indonesia diatur dalam :

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis

Undang-undang ini mengatur :
  1. Definisi merek
  2. Hak eksklusif pemilik merek
  3. Prosedur pendaftaran
  4. Penolakan dan keberatan
  5. Sanksi pelanggaran 

Selain itu, Indonesia juga mengikuti sistem internasional (Nice Classification), sehingga memudahkan pelaku usaha yang ingin memperluas bisnis ke pasar global.

Prinsip penting dalam hukum merek di Indonesia adalah :

First to File (Siapa cepat dia dapat) : Artinya, pihak yang pertama kali mendaftarkan merek akan mendapatkan hak hukum, bukan yang pertama kali menggunakan.



Pendaftaran kelas merek adalah proses administratif dan hukum untuk :
  1. Menentukan kategori bisnis Anda
  2. Mendaftarkan merek sesuai kategori tersebut 

Mendapatkan perlindungan hukum dalam ruang lingkup yang spesifik 

Sebagai ilustrasi:

Misalnya Anda memiliki brand “Kopi Nusantara” :

  1. Jika hanya menjual bubuk kopi → Kelas 30
  2. Jika juga membuka kafe → Kelas 43
  3. Jika menjual secara online → bisa relevan dengan Kelas 35

Jika hanya mendaftarkan di Kelas 30, maka:

  1. Nama Anda aman untuk produk kopi
  2. Tapi belum tentu aman untuk bisnis kafe atau jasa lainnya 

Di sinilah pentingnya memahami bahwa pendaftaran merek bukan sekadar formalitas, melainkan strategi perlindungan bisnis.





Menentukan kelas merek membutuhkan analisis yang cermat. Berikut penjelasan yang lebih mendalam:

a. Memahami Model Bisnis Secara Menyeluruh

Jangan hanya melihat produk utama. Anda harus memahami :
  1. Apa core business Anda?
  2. Apa aktivitas pendukungnya?
  3. Bagaimana model distribusinya? 

Contoh :

Bisnis skincare :
  1. Produk → Kelas 3
  2. Klinik kecantikan → Kelas 44
  3. Penjualan online → Kelas 35 

b. Mengidentifikasi Barang vs Jasa

Kesalahan umum adalah mencampur antara barang dan jasa.
Contoh :
  1. Menjual makanan → barang (Kelas 30/29)
  2. Menyediakan tempat makan → jasa (Kelas 43) 
Banyak pelaku usaha hanya mendaftarkan salah satu, padahal keduanya penting.

c. Membaca Deskripsi Resmi Setiap Kelas

Setiap kelas memiliki :
  1. Judul kelas
  2. Daftar contoh barang/jasa
  3. Penjelasan rinci 
Anda perlu membaca dengan teliti karena :
  1. Satu produk bisa masuk ke beberapa interpretasi
  2. Kesalahan kecil bisa berdampak besar 




d. Melakukan Pemetaan Risiko

Tanyakan pada diri Anda :
  1. Apakah bisnis ini akan berkembang?
  2. Apakah ada potensi ekspansi ke sektor lain?
  3. Apakah merek ini akan digunakan untuk franchise? 
Jika jawabannya “ya”, maka :
Pertimbangkan mendaftarkan di beberapa kelas sekaligus

e. Melakukan Pengecekan Merek (Trademark Search)

Sebelum menentukan kelas, lakukan pengecekan :
  1. Apakah merek sudah digunakan orang lain?
  2. Di kelas apa saja merek tersebut terdaftar? 
Ini penting untuk :
  1. Menghindari penolakan
  2. Menghindari konflik hukum 

f. Konsultasi dengan Konsultan HKI

Untuk bisnis yang serius, langkah ini sangat disarankan karena :
  1. Konsultan memahami interpretasi kelas
  2. Bisa membantu strategi perlindungan jangka panjang
  3. Mengurangi risiko kesalahan administratif


Ya, terdapat beberapa aspek penting terkait jangka waktu dalam pendaftaran merek yang wajib dipahami oleh setiap pelaku usaha.

Tidak hanya soal masa berlaku, tetapi juga mencakup kapan perlindungan dimulai, kapan harus diperpanjang, hingga risiko jika tidak digunakan.

1. Masa Berlaku Perlindungan Merek

Setelah permohonan merek Anda disetujui dan sertifikat diterbitkan, maka : Merek berlaku selama 10 (sepuluh) tahun.

Namun yang sering disalahpahami adalah : Perhitungan 10 tahun dimulai sejak tanggal penerimaan permohonan (filing date), bukan sejak tanggal sertifikat terbit.

Contoh :

  1. Anda mengajukan merek pada: 1 Januari 2025
  2. Sertifikat terbit : 1 Januari 2026 

Maka :

  1. Masa berlaku tetap dihitung dari 1 Januari 2025 
  2. Berakhir pada : 1 Januari 2035 
Artinya, waktu proses pendaftaran (yang bisa 6–18 bulan) tetap “mengurangi” masa perlindungan.

2. Hak Eksklusif Selama Masa Berlaku

Selama 10 tahun tersebut, pemilik merek memiliki hak eksklusif untuk :

  1. Menggunakan merek dalam kegiatan bisnis
  2. Melarang pihak lain menggunakan merek yang sama atau mirip
  3. Memberikan lisensi kepada pihak lain
  4. Mengalihkan hak merek (jual, waralaba, dll.) 

Ini berarti merek Anda sudah menjadi aset hukum yang bisa dimonetisasi.

3. Perpanjangan Merek (Renewal)

Setelah masa 10 tahun habis, merek tidak otomatis hilang, tetapi : Harus diperpanjang (renewal)

Ketentuan perpanjangan :

  1. Dapat diperpanjang setiap 10 tahun sekali
  2. Bisa dilakukan tanpa batas (selama merek masih digunakan) 

4. Waktu Pengajuan Perpanjangan

Ini bagian yang sangat penting dan sering terlewat:

a. Sebelum Masa Berlaku Habis, Perpanjangan bisa diajukan : 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir

Ini adalah waktu terbaik karena :

  1. Biaya normal
  2. Tidak ada risiko keterlambatan 

b. Setelah Masa Berlaku Habis (Grace Period), jika terlambat, masih ada kesempatan : 6 bulan setelah masa berlaku habis (dengan denda)

Namun:

  1. Ada biaya tambahan
  2. Risiko administratif lebih tinggi 

c. Jika Lewat dari Grace Period, Jika tidak diperpanjang dalam waktu tersebut :

  1. Merek akan dihapus (expired permanen)
  2. Hak eksklusif hilang
  3. Bisa didaftarkan oleh pihak lain



5. Kewajiban Penggunaan Merek

Selain masa berlaku, ada satu hal penting yang sering diabaikan : Merek wajib digunakan dalam kegiatan nyata.

Menurut ketentuan hukum : Jika merek tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut, maka pihak lain dapat mengajukan penghapusan merek.

Contoh :

  1. Merek terdaftar, tetapi tidak dipakai dalam bisnis
  2. Tidak ada produk, promosi, atau aktivitas komersial 

Maka : Pihak lain bisa menggugat agar merek Anda dihapus dari daftar resmi

6. Bukti Penggunaan Merek

Untuk menghindari penghapusan, Anda perlu memiliki bukti penggunaan, seperti :

  1. Produk dengan label merek
  2. Iklan atau promosi
  3. Website atau marketplace
  4. Faktur penjualan
  5. Kemasan produk 
Ini penting jika suatu saat terjadi sengketa.

7. Perubahan Data dan Pengaruhnya terhadap Masa Berlaku

Jika Anda melakukan perubahan seperti :

  1. Nama perusahaan
  2. Alamat pemilik
  3. Pengalihan hak 

Tidak mengubah masa berlaku merek

Namun :

  1. Tetap harus dicatatkan secara resmi
  2. Agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari 

8. Strategi Mengelola Masa Berlaku Merek

Agar tidak kehilangan hak merek, berikut strategi yang disarankan :

a. Buat Pengingat (Reminder)

Catat :

  1. Tanggal pengajuan 
  2. Tanggal berakhir
  3. Waktu perpanjangan 

b. Daftarkan Lebih Awal

  1. Jangan menunda pendaftaran karena :
  2. Sistem “first to file” berlaku
  3. Siapa cepat, dia yang dilindungi 

c. Gunakan Merek Secara Aktif

Pastikan merek:

  1. Digunakan dalam perdagangan
  2. Tidak hanya didaftarkan “untuk jaga-jaga” 

d. Perpanjang Sebelum Jatuh Tempo

Idealnya: Lakukan perpanjangan minimal 3–6 bulan sebelum habis

e. Gunakan Konsultan HKI

Untuk:

  1. Monitoring masa berlaku
  2. Mengurus perpanjangan
  3. Menghindari kesalahan administratif




Kesimpulan Tambahan (Terkait Masa Berlaku)

Masa berlaku merek bukan sekadar angka 10 tahun, melainkan sistem perlindungan yang harus dikelola secara aktif. Banyak bisnis kehilangan merek bukan karena tidak mendaftar, tetapi karena:

  1. Lupa memperpanjang
  2. Tidak menggunakan merek
  3. Tidak memahami aturan hukum 

Dengan memahami secara detail masa berlaku ini, Anda tidak hanya melindungi merek, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.




Risiko ini sering diremehkan, padahal dampaknya sangat nyata:

a. Kehilangan Hak Secara Hukum

  1. Anda bisa kehilangan merek meskipun :
  2. Sudah pakai bertahun-tahun
  3. Sudah dikenal luas 

Jika pihak lain mendaftarkan lebih dulu, maka mereka yang diakui.

b. Gugatan dan Larangan Penggunaan

Anda bisa :

  1. Digugat secara hukum
  2. Dipaksa menghentikan penggunaan merek
  3. Menarik produk dari pasar 

c. Biaya Rebranding yang Besar

Mengganti merek bukan hal kecil :

  1. Desain ulang logo
  2. Ganti kemasan
  3. Edukasi ulang pasar
  4. Kehilangan loyalitas pelanggan 




d. Hilangnya Kepercayaan Konsumen

Konsumen bisa bingung jika :

  1. Ada dua merek yang sama
  2. Terjadi konflik publik 

e. Hambatan Ekspansi Bisnis

Tanpa merek terdaftar :

  1. Sulit membuka franchise
  2. Investor ragu masuk
  3. Sulit kerja sama dengan partner besar 

f. Risiko Pembajakan Merek

Pihak lain bisa :

  1. Meniru brand Anda
  2. Menjual produk dengan kualitas rendah
  3. Merusak reputasi Anda 


A. Kesimpulan

Menentukan kelas merek bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis yang sangat penting.

Pemilihan kelas yang tepat akan memastikan bahwa merek Anda mendapatkan perlindungan hukum yang maksimal sesuai dengan aktivitas usaha yang dijalankan.

Kesalahan dalam menentukan kelas dapat menyebabkan:

  1. Perlindungan tidak optimal
  2. Potensi sengketa
  3. Kerugian finansial



B. Saran

Untuk memastikan perlindungan bisnis Anda maksimal :

  1. Pahami bisnis Anda secara menyeluruh, bukan hanya produk utamanya
  2. Gunakan lebih dari satu kelas jika diperlukan
  3. Lakukan pengecekan merek sebelum mendaftar
  4. Daftarkan merek sejak awal, jangan menunggu bisnis besar
  5. Konsultasikan dengan ahli HKI untuk strategi yang lebih aman
  6. Pantau masa berlaku dan segera lakukan perpanjangan

Pada akhirnya, merek bukan hanya nama ia adalah aset. Dan seperti aset lainnya, merek perlu dilindungi dengan strategi yang tepat.

Dengan menentukan kelas merek secara benar sejak awal, Kamu sedang membangun fondasi hukum yang kuat untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Ambil langkah sekarang. Lakukan Pendaftaran Merek kamu dengan pendampingan yang tepat—cepat, legal, dan tanpa ribet.


Penulis : Dara Septiafitri