Info
Up to 20 KBLI Bidang Usaha, Buka rekening Bank, Kartu nama Semua Direktur, Stempel perusahaan
  May 08, 2026     15:05  
980 79




Ayam merupakan salah satu hewan yang daging dan telurnya dibutuhkan untuk supply protein sehari-hari.

Pangsa pasar daging hewan ternak ini juga luas karena daging dan telur hewan yang satu ini tidak dilarang untuk dikonsumsi oleh agama apapun.

Maka dari itu, tidak heran apabila bisnis peternakan ayam dari hulu ke hilir sangat menggiurkan. 

Usaha ayam potong (broiler) merupakan salah satu bisnis peternakan yang paling menjanjikan di Indonesia karena permintaan pasar yang stabil dan masa panen yang relatif cepat, sekitar 30 hari.

Meskipun menjanjikan, bisnis ini memiliki risiko tinggi, terutama dalam hal kematian ayam, sehingga diperlukan manajemen yang baik dari hulu ke hilir.

Berikut adalah panduan lengkap memulai usaha ayam potong dari nol sampai menghasilkan keuntungan, dirangkum dari berbagai sumber.



Memulai usaha ayam potong adalah kegiatan budidaya ternak unggas jenis broiler (pedaging) yang bertujuan menghasilkan daging untuk memenuhi kebutuhan pasar, dengan masa panen cepat sekitar 30-35 hari.

Bisnis ini melibatkan persiapan kandang, pemilihan bibit (DOC) berkualitas, manajemen pakan, hingga sanitasi lingkungan. 

Poin Kunci Memulai Usaha Ayam Potong (2026) :
  1. Prospek Tinggi: Permintaan daging ayam stabil dan cenderung meningkat, terutama menjelang hari besar.
  2. Siklus Cepat: Keuntungan dapat diperoleh dalam waktu singkat karena masa panen yang cepat.
  3. Persiapan Utama: Meliputi penentuan lokasi yang jauh dari pemukiman, pembuatan kandang dengan sirkulasi udara baik, dan penyediaan modal untuk pakan dan bibit.
  4. Manajemen Pemeliharaan: Meliputi pemberian pakan berkualitas, vaksinasi rutin, dan menjaga kebersihan untuk mencegah penyakit.




Dasar hukum usaha ayam potong di Indonesia utamanya diatur dalam UU No. 41 Tahun 2014 (perubahan atas UU No. 18/2009) tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kewajiban utama meliputi izin usaha peternakan, penerapan higiene sanitasi, dan sertifikasi halal (mulai Oktober 2024) untuk memastikan keamanan produk. 

Berikut adalah rincian dasar hukum dan perizinan usaha ayam potong : 

Undang-Undang dan Peraturan Dasar
  1. UU No. 41 Tahun 2014: Merupakan perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang mengatur kewajiban perizinan dan standar peternakan.
  2. PP No. 5 Tahun 2021: Mengatur penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko, di mana usaha peternakan unggas tergolong risiko menengah rendah hingga tinggi.
  3. Nomor 31/Permentan/OT.140/2/2014 : Pedoman budi daya ayam pedaging yang baik (Good Farming Practice) bahwa jarak terdekat antara kandang dengan banguan lainnya yang bukan kandang ayam minimal 25 meter
  4. Permentan No. 14 Tahun 2020: Mengatur kewajiban memiliki Izin Usaha Peternakan bagi skala mikro hingga besar. 



Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan kenapa bisnis yang satu ini terbilang menjanjikan. Berikut ini beberapa diantaranya :

1. Permintaan Tinggi

Bagi masyarakat Indonesia, Ayam kini tidak hanya menjadi lauk pauk yang bisa dikonsumsi oleh orang kaya saja, tetapi juga bisa dikonsumsi oleh masyarakat dari kalangan apapun. Maka dari, itu tidak heran jika permintaan akan daging ayam potong sangat besar baik untuk konsumen maupun perorangan.

2. Perputaran Cepat

Likuiditas atau perputaran bisnis ini juga terbilang cepat. Misalnya, seekor ayam potong bisa terjual di hari Rabu meskipun kamu baru mengambilnya pada hari Senin. Hal ini karena permintaan daging yang tinggi. Kamu bisa menjualnya ke konsumen akhir, seperti ibu-ibu yang membeli ayam untuk langsung dimasak atau ke konsumen bisnis (Pedagang Makanan).

3. Potensi Bisnis Dari Hulu Ke Hilir

Kamu punya saudara menjual sate ayam? Atau memiliki saudara peternak hewan ini? Nah, salah satu alas an mengapa bisnis ayam potong cukup menjanjikan adalah potensi pembukaan bisnis dari hulu ke hilir, dari beternak ayam potong hingga menjual ayam menjadi makanan jadi.



1. Tentukan lokasi

Langkah pertama dalam membuka bisnis ayam potong adalah menentukan lokasi penjualan. Hal ini penting karena terkait dengan komponen biaya yang harus Anda keluarkan. Biaya berjualan di pasar tentu akan berbeda dengan biaya berjualan jika Anda membuka toko sendiri.

2. Tentukan modal

Setelah menentukan lokasi, kini saatnya menentukan jumlah modal yang Anda butuhkan. Modal ini termasuk membeli ayam yang akan dijual, mesin pendingin untuk menyimpan daging hewan tersebut, peralatan lainnya dan tentunya biaya sewa lapak di pasar atau biaya sewa toko. Untuk pemula, disarankan untuk menjual ayam potong dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk menguji kualitas pasar dan meminimalisir risiko apabila daging hewan tersebut kurang laku terjual.

3. Tentukan skema harga

Salah satu tantangan menjual ayam potong adalah harga daging ayam yang naik turun sesuai permintaan pasar. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengamati pergerakan harga daging hewan ini di pasaran dan membuat skema untuk menentukan harga ayam potong Anda sendiri supaya tetap kompetitif.

4. Tentukan mitra

Jika Anda tidak memiliki peternakan ayam potong sendiri, maka ada baiknya Anda menentukan mitra peternak. Tujuannya adalah supaya Anda bisa memasok daging dengan lebih cepat dan dengan harga yang lebih terjangkau. Tidak hanya mitra supplier, Anda juga bisa bekerja sama dengan konsumen dari sektor bisnis seperti pedagang sate atau soto supaya daging ayam yang Anda jual terus laris pembeli.


Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Izin Peternakan Ayam

  1. Akta Pendirian Badan Usaha
  2. Nomor Induk Berusaha (NIB)
  3. Surat Keterangan Domisili Usaha (SKU)
  4. Izin Lingkungan atau AMDAL/UKL-UPL
  5. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Peternakan
  6. Surat Izin Usaha Peternakan (SIUP)
  7. Nomor Kontrol Veteriner (NKV)
  8. NPWP Badan Usaha.



Dalam OSS, kamu harus memilih KBLI yang sesuai dengan jenis peternakan:

1. 01462 - Budidaya Ayam Ras Petelur

Kelompok ini mencakup usaha peternakan yang menyelenggarakan budidaya ayam ras untuk menghasilkan telur konsumsi dan lainnya.


2. 01465 - Pembibitan dan Budidaya Itik dan/atau Bebek

Kelompok ini mencakup usaha peternakan yang melakukan kegiatan pembibitan itik dan/atau bebek, untuk menghasilkan telur tetas, ternak bibit itik dan/atau bebek dan peternakan yang menyelenggarakan budidaya itik dan/atau bebek untuk menghasilkan itik dan/atau bebek pedaging, itik dan/atau bebek petelur, telur konsumsi dan lainnya.


3. 01623 - Jasa Penetasan Telur

Kelompok ini mencakup usaha yang bergerak dalam bidang penetasan telur atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak.



A. Biaya Tetap

Modal usaha ayam potong dengan jumlah 100 ekor tidaklah besar. Kamu hanya perlu menyiapkan modal sesuai kebutuhan, seperti yang dijelaskan berikut :

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian aset barang/bangunan yang bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Kamu menghitung biaya penyusutan dari biaya tetap yang dikeluarkan berdasarkan lamanya aset tersebut bisa digunakan.

*Harga sewaktu-waktu bisa berubah dan sesuai kondisi daerah masing-masing


Keterangan:
  1. Kandang ayam: 3 X 3 m sebanyak 5 kandang= Rp.3.000.000
  2. Tempat Pakan: Rp.10.000 X 10= Rp.100.000
  3. Tempat Minum: Rp 5.000 X 15= Rp 75.000
Total biaya tetap: Rp.3.175.000

Total biaya tetap dalam setiap periode budidaya dianggap mengalami penyusutan setelah 1 tahun budidaya, sehingga kamu harus mengeluarkan biaya penyusutan untuk aset disetiap periode budidaya.

Jadi, biaya penyusutan yang harus dikeluarkan setiap periode budidaya adalah:

Rp 3.175.000 X 0,08= Rp.254.000.
B. Biaya Tidak Tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian aset barang/bangunan yang bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

Anda menghitung biaya penyusutan dari biaya tetap yang dikeluarkan berdasarkan lamanya aset tersebut bisa digunakan.


*Harga sewaktu-waktu bisa berubah dan sesuai kondisi daerah masing-masing


Keterangan:
  1. Pembelian DOC ayam potong: Rp.6000 X 100 ekor= Rp.6.000.000.
  2. Pembelian pakan complete feed: Rp.19.150 X 100 ekor= Rp1.915.000
  3. Pembelian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan=30 ml X 35 hari=1,05 liter = Rp.50.000.

Total biaya tidak tetap yang harus Anda keluarkan dalam setiap periode budidaya adalah sebanyak: Rp.2.740.000

C. Total Modal Ternak Ayam Potong Dalam 1 Periode (35 hari)

Total keseluruhan modal yang perlu dikeluarkan dalam 1 periode atau 35 hari adalah: Rp.2.994.000.  Angka ini didapatkan dari biaya total biaya variabel (tidak tetap) ditambah dengan biaya penyusutan dalam satu periode.

Rp.2.740.000+ Rp.254.000= Rp.2.994.000

Setelah menghitung semua biaya yang dibutuhkan dalam budidaya ayam broiler dan melakukan proses budidaya selama 35 hari, selanjutnya Anda harus melakukan evaluasi terhadap konversi pakan terhadap bobot tubuh ternak. 


Tips Sukses Pemula

  1. Mulai dari skala kecil: Pahami siklusnya terlebih dahulu sebelum memperbesar populasi.
  2. Jaga kebersihan (Sanitasi): Bersihkan kandang dan peralatan secara rutin untuk mencegah virus.
  3. Pelajari Manajemen Pakan: Pakan menyumbang 60-70% biaya operasional

Aspek Teknis dan Lingkungan

  1. Kesehatan Hewan: Wajib mematuhi standar kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit.
  2. Dampak Lingkungan: Usaha tidak boleh merugikan tetangga atau lingkungan, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku terkait gangguan. 



A. Kesimpulan

Usaha ayam potong merupakan bisnis yang memiliki peluang besar karena kebutuhan pasar yang terus meningkat setiap hari. Dengan manajemen yang baik, bisnis ini mampu memberikan keuntungan stabil dan berkelanjutan.

Namun, keberhasilan usaha ayam potong tidak hanya bergantung pada penjualan semata. Pelaku usaha juga harus memperhatikan kualitas produk, kebersihan, manajemen stok, pemasaran, dan legalitas usaha.

Memahami dasar hukum dan mengurus izin usaha sejak awal akan membantu bisnis berkembang lebih aman, profesional, dan dipercaya konsumen.

B. Saran

Bagi pemula yang ingin memulai usaha ayam potong, berikut beberapa saran penting:


  1. Mulailah dari skala kecil terlebih dahulu.
  2. Fokus pada kualitas dan kebersihan produk.
  3. Bangun hubungan baik dengan supplier dan pelanggan.
  4. Gunakan media sosial untuk promosi.
  5. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha.
  6. Urus legalitas usaha sejak awal.
  7. Pelajari manajemen usaha secara konsisten.
  8. Jangan hanya mengejar keuntungan cepat, tetapi bangun bisnis jangka panjang.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang profesional, usaha ayam potong dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan dan berkembang menjadi bisnis besar di masa depan.


Penulis : Dara Septiafitri